Kuliah Salah Jurusan, harus gimana ?

salah jurusan kuliah


Tidak dapat dipungkiri kuliah merupakan suatu hal yang banyak dipilih oleh siswa yang telah menyelesaikan masa studinya di SMA atau sederajat. Para siswa berbndong-bondong untuk mendapatkan tempat yang dinilai bagus untuk melanjutkan studinya. Salah satu yang menjadi pedoman dalam memilih tempat perkuliahan adalah cita-cita. Demi mewujudkan cita-citanya, langkah awal yang mereka lakukan adalah mendapatkan sebuah kursi di salah satu perguruan tinggi negeri atau pun istansi pendidikan lainnya yang menunjang dalam hal pencapaian cita-cita yang dimilikinya. Meskipun, pada akhirnya kebanyakan dari mereka memiliki pekerjaan yang tidak selaras dengan cita-citanya di awal. Namun, tetap saja kuliah di tempat maupun jurusan favorit merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi setiap mahasiswa.

Dalam memilih tempat kuliah terdapat beberapa pertimbangan yang dipilih oleh mereka, seperti :
  1. Aku Cuma ingin kuliah di jurusan A universitas A
  2. Aku Cuma ingin kuliah di jurusan A, dimanapun universitasnya
  3. Aku Cuma ingin kuliah di universitas A, apapun jurusannya 
  4.  Aku Cuma ingin kuliah dimana pun itu dan apapun jurusannya
Mungkin itu sebagian contoh dari jenis-jenis siswa lulusan baru, yang nantinya ingin melanjutkan studinya ke jenjang perkuliahan. Beberapa orang mengatakan bahwa jurusan kuliah nantinya akan menentukan pekerjaan di masa yang akan datang. Contoh apabila seseorang kuliah di jurusan pendidikan dokter, maka dimasa depan dia akan menjadi dokter atau bekerja di tempat yang berkaitan dengan kesehatan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang memiliki keberuntungan seperti demikian. Namun, terkadang terjadi ketidakselarasan antara impian dan realita yang diterima. Contohnya ane deh. Haha.. 

Salah jurusan ? Iya, mungkin bisa dikatakan hingga satu tahun masa studi seseorang yang merasa salah jurusan merasa belum menemukan jalan, atau mungkin tertutup pintunya menuju cita-citanya yaitu kuliah dijurusan dan universitas yang diinginkan. Tetapi, takdir tidak bisa dilawan. Tuhan telah menunjukkan kepadanya pilihan yang baik. Tugas manusia selanjutnya adalah menerima dan melanjutkan hidup sesuai pilihan yang telah dia dapatkan. Namun, bagi mahasiswa salah jurusan pasti hal ini akan merasa begitu sulit. Bayangkan saja dia harus mempelajari sesuatu yang mungkin belum pernah terlintas dipikirannya untuk dia pelajari. Belum lagi kalau bertemu dengan temannya yang sekarang sedang duduk di bangku yang dulu pernah diinginkannya, rasa nyeseknya itu loh, pasti menyerang.

Mencintai jurusan dan kampus yang dimiliki sekarang, merupakan salah satu solusi untuk bangkit. Orang jawa mengatakan “wiwiting tresno jalaran saka kulina” yang artinya cinta berawal dari kebiasaan. Nah, mulai sekarang belajarlah untuk mencintai hal yang telah kamu dapatkan saat ini. Percayalah, diluar sana ada banyak orang yang menginginkan kursi yang sedang kamu duduki. Bersyukurlah karena bisa kuliah, karena tidak semua orang memiliki keberuntungan seperti yang telah kamu dapatakan saat ini. 

Jalani masa perkuliahan dengan baik. Meskipun kamu salah jurusan, masa depan jangan kamu korbankan. Kebanyakan dari mahasiswa salah jurusan merasa malas untuk kuliah. Iya, memang benar. Tak sedikit dari mereka memilih untuk titip absen alias TA daripada harus mengikuti perkuliahan di kampus. Menurutku, hal itu pun tak jadi masalah. Tak mengapa jika kamu malas, tak mengapa jika kamu lebih memilih untuk TA. Namun, tetap saja kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya keorang tua. Ingatlah bahwa ada mereka dibelakangmu yang senantiasa mendukungmu apapun pilihanmu. Bahagiakanlah mereka dengan hasil yang membanggakan. Meskipun sering TA, tapi IPK harus diatas rata-rata.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candi Gedong Songo - Wisata Semarang