Kuliah Salah Jurusan, harus gimana ?
Tidak dapat dipungkiri kuliah merupakan suatu hal yang
banyak dipilih oleh siswa yang telah menyelesaikan masa studinya di SMA atau
sederajat. Para siswa berbndong-bondong untuk mendapatkan tempat yang dinilai
bagus untuk melanjutkan studinya. Salah satu yang menjadi pedoman dalam memilih
tempat perkuliahan adalah cita-cita. Demi mewujudkan cita-citanya, langkah awal
yang mereka lakukan adalah mendapatkan sebuah kursi di salah satu perguruan
tinggi negeri atau pun istansi pendidikan lainnya yang menunjang dalam hal
pencapaian cita-cita yang dimilikinya. Meskipun, pada akhirnya kebanyakan dari
mereka memiliki pekerjaan yang tidak selaras dengan cita-citanya di awal.
Namun, tetap saja kuliah di tempat maupun jurusan favorit merupakan suatu
kebanggan tersendiri bagi setiap mahasiswa.
Dalam memilih tempat kuliah terdapat beberapa pertimbangan
yang dipilih oleh mereka, seperti :
- Aku Cuma ingin kuliah di jurusan A universitas A
- Aku Cuma ingin kuliah di jurusan A, dimanapun universitasnya
- Aku Cuma ingin kuliah di universitas A, apapun jurusannya
- Aku Cuma ingin kuliah dimana pun itu dan apapun jurusannya
Mungkin itu sebagian contoh dari jenis-jenis siswa lulusan
baru, yang nantinya ingin melanjutkan studinya ke jenjang perkuliahan. Beberapa
orang mengatakan bahwa jurusan kuliah nantinya akan menentukan pekerjaan di
masa yang akan datang. Contoh apabila seseorang kuliah di jurusan pendidikan
dokter, maka dimasa depan dia akan menjadi dokter atau bekerja di tempat yang
berkaitan dengan kesehatan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua orang
memiliki keberuntungan seperti demikian. Namun, terkadang terjadi
ketidakselarasan antara impian dan realita yang diterima. Contohnya ane deh.
Haha..
Salah jurusan ? Iya, mungkin bisa dikatakan hingga satu
tahun masa studi seseorang yang merasa salah jurusan merasa belum menemukan
jalan, atau mungkin tertutup pintunya menuju cita-citanya yaitu kuliah
dijurusan dan universitas yang diinginkan. Tetapi, takdir tidak bisa dilawan.
Tuhan telah menunjukkan kepadanya pilihan yang baik. Tugas manusia selanjutnya
adalah menerima dan melanjutkan hidup sesuai pilihan yang telah dia dapatkan.
Namun, bagi mahasiswa salah jurusan pasti hal ini akan merasa begitu sulit.
Bayangkan saja dia harus mempelajari sesuatu yang mungkin belum pernah
terlintas dipikirannya untuk dia pelajari. Belum lagi kalau bertemu dengan
temannya yang sekarang sedang duduk di bangku yang dulu pernah diinginkannya,
rasa nyeseknya itu loh, pasti menyerang.
Mencintai jurusan dan kampus yang dimiliki sekarang,
merupakan salah satu solusi untuk bangkit. Orang jawa mengatakan “wiwiting
tresno jalaran saka kulina” yang artinya cinta berawal dari kebiasaan. Nah,
mulai sekarang belajarlah untuk mencintai hal yang telah kamu dapatkan saat ini.
Percayalah, diluar sana ada banyak orang yang menginginkan kursi yang sedang
kamu duduki. Bersyukurlah karena bisa kuliah, karena tidak semua orang memiliki
keberuntungan seperti yang telah kamu dapatakan saat ini.
Jalani masa perkuliahan dengan baik. Meskipun kamu salah
jurusan, masa depan jangan kamu korbankan. Kebanyakan dari mahasiswa salah
jurusan merasa malas untuk kuliah. Iya, memang benar. Tak sedikit dari mereka
memilih untuk titip absen alias TA daripada harus mengikuti perkuliahan di
kampus. Menurutku, hal itu pun tak jadi masalah. Tak mengapa jika kamu malas,
tak mengapa jika kamu lebih memilih untuk TA. Namun, tetap saja kamu harus
mempertanggung jawabkan semuanya keorang tua. Ingatlah bahwa ada mereka
dibelakangmu yang senantiasa mendukungmu apapun pilihanmu. Bahagiakanlah mereka
dengan hasil yang membanggakan. Meskipun sering TA, tapi IPK harus diatas
rata-rata.

Komentar
Posting Komentar